Bab 137 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Gerakan Harold cepat, tapi Charlie lebih cepat. Dia menghindarinya dan sekaligus memegang pergelangan tangan Harold, menggoyangkannya dan mencibir, "Apa? Cedera tanganmu sudah sembuh? Sudah lupa dengan rasa sakitmu?"

Harold tiba-tiba merasakan ada energi besar memasuki tubuhnya, dia mengambil dua langkah mundur, rasa terkejut dan penasaran dia rasakan secara bersamaan.

Pecundang ini sangat kuat!

Mengetahui bahwa dia tidak akan bisa mengalahkan Charlie, dia berteriak, "Sial, kamu tunggu di sini. Aku akan memanggil Manajer dan mengeluarkanmu!"

Lalu, Harold berbalik dan berteriak ke arah Manajer agar dia datang.

Tidak lama kemudian, pria paruh baya dengan pakaian resmi dan sepatu kulit mendatangi mereka, bersama dengan dua orang petugas keamanan.

Pria itu tersenyum, dan berkata kepada Harold dengan sopan. "Ya, Tuan Wilson, ada yang bisa saya bantu?"

"Manajer, periksa undangan mereka." Harold menunjuk ke arah Charlie. "Aku curiga kalau undangan mereka palsu."

Demi keamanan, nama tamu undangan tidak akan dicetak di kartu undangan, melainkan di tampilkan dalam bentuk kata sandi. Dengan menggunakan aplikasi khusus di ponsel untuk memindai kata sandi hingga menunjukkan nama dari tamu undangan.

Jika menilai dari pakaian Harold, Manajer bisa mengetahui dia berasal dari keluarga terpandang, sedangkan Charlie mengenakan pakaian dari kelas menengah. Manajer lalu mencibir ke arah Charlie. "Tuan, tolong tunjukkan kartu undangan Anda, saya akan memeriksanya."

Dia berbicara dengan sopan, tapi sorot matanya menghina.

Seperti pepatah lama yang berkata, "Jangan menilai buku dari sampulnya." Tapi, Manajer itu melakukannya. Dari pakaian Charlie, Manajer mengira dia bukanlah tamu terhormat yang pantas masuk ke dalam Perhimpunan Benda Berharga.

Charlie merasa kesal dan terganggu dengan tatapan Manajer itu, dan dia berkata. "Bagaimana kalau aku tidak mau?"

Manajer berdeham dan bertanya, "Boleh saya tahu dari keluarga mana Anda berasal?"

Sebelum Charlie berbicara, Harold menyela, "Dia dari keluarga Wilson, oh salah, dia menantu yang menumpang hidup di keluarga Wilson. Aku tidak bisa bilang dia anggota keluarga kami, bisa dibilang dia seperti binatang!"

Kata 'menantu yang menumpang hidup' sudah cukup bagi Manajer untuk membuat penilaian, bagaimana seorang yang terhormat mendapatkan status menantu yang menumpang hidup?

Ekspresi Manajer berubah dan berkata, "Katakan pada saya, bagaimana Anda bisa masuk ke sini?"

Charlie kehilangan kesabarannya saat dia merasa dipojokkan oleh orang-orang ini. Dia juga kecewa dengan perlakuan dari Perhimpunan Benda Berharga yang membeda-bedakan tamu mereka berdasarkan status sosial.

Dia lalu berkata, "Tentu saja dengan berjalan kaki."

Mengetahui status Charlie, Manajer berhenti untuk menyelidiki. Dan dia berkata. "Jika Anda tidak mau mengikuti peraturan dan tidak menunjukkan kartu undangan Anda, maka saya harus meminta Anda untuk pergi."

Lalu, dia memberi isyarat dengan tangannya dan kedua petugas keamanan melangkah maju dan mengawasi Charlie dengan tajam.

Dengan kejadian itu, Jacob merasa panik, dia meraih kemeja Charlie dan berkata, berpikir bahwa kartu undangan mereka palsu. "Charlie, aku pikir lebih baik kita pergi dari sini, ayo pulang."

Charlie merasa bingung. "Ayah, tidak ingin melihat pelelangannya?"

Jacob menggelengkan kepalanya. "Tidak, kita tidak seharusnya berada di tempat ini. Jika kita diusir dari sini, akan sangat memalukan..."

Karena Ayah mertuanya sudah memutuskan, Charlie mengangguk dan berjalan ke luar bersamanya.

Ini hanya pelelangan, apa bagusnya? Jika ayah mertuanya tidak ingin berada di sini, maka dia tidak memiliki alasan untuk terus di sini dan dihina oleh orang-orang ini.

Dan kalau Jasmine Moore memintanya untuk tetap berada di sini, maka dia akan bilang bahwa acara keluarga Moore terlalu mewah untuknya!

Dia berjalan ke luar bersama Jacob.

Di belakang mereka. Harold tertawa dengan keras. "Hahaha, dasar pecundang. Kamu takut sekarang. Hah? Berani sekali kamu menyelinap masuk ke acara pelelangan keluarga Moore! Dasar pecundang!"

Charlie tidak memperdulikannya dan berjalan menuju pintu keluar.

Di saat bersamaan, terdengar suara keras di antara kerumunan orang.

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel