Bab 134 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Bahkan, sampai Claire pulang dari kerja, Jacob masih terlihat kesal dan tidak bersemangat.

Charlie tahu bahwa ayah mertuanya kesal mengenai kartu undangan acara lelang.

Saat ini, Jasmine menelepon dan berkata, "Hai, Tuan Wade, maaf, saya ada di Lancaster untuk urusan bisnis tadi sore, dan sekarang saya sudah sampai di rumah Anda, bisakah ke sini dan mengambil kartu undangannya dari saya?"

Charlie langsung menjawab, "Oke, aku ke sana sekarang!"

Charlie bergegas turun dan ke luar.

Jasmine berada di dalam mobil Rolls Royce-nya, menunggu Charlie. Ketika dia melihat Charlie, dia buru-buru keluar dari mobil dan memberinya dua kartu undangan.

Charlie berterima kasih kepada Jasmine dengan sopan dan kembali ke rumah.

Di rumah, Jacob masih kesal dan marah.

Claire mencoba membujuknya, "Ayah, tolong, tenanglah. Nenek memberikan kartu undangan itu ke Harold agar dia mengenal beberapa pebisnis dan orang-orang kalangan kelas atas, dan juga untuk membangun jaringan sosial."

Jacob mendesah. "Huh, nenekmu selalu pilih kasih terhadap Harold dan ayahnya sejak kecil, dia selalu merendahkan aku, sejak dulu selalu seperti itu! Aah! Aku sangat kesal!"

Claire mengangguk tidak berdaya. Dia juga tahu bahwa neneknya lebih menyayangi sepupu dan pamannya itu dari pada keluarganya.

Awalnya, neneknya pilih kasih terhadap pamannya karena menurut Nenek, ayahnya tidak punya keterampilan dan terlalu lemah.

Kemudian, karena Claire adalah seorang gadis, Nenek berpikir bahwa Claire tidak memiliki hak waris atas bisnis keluarga, oleh karena itu dia lebih memanjakan Harold.

Status keluarganya menjadi semakin tak ada nilainya, setelah dia menikahi Charlie.

Pada saat ini, Charlie datang mendekat dan menyerahkan dua kartu undangan berwarna keemasan kepada Jacob, dan berkata, "Ayah, aku punya kartu undangan yang Ayah impikan."

"Apa!!"

Seolah sebuah pegas terpasang di pantatnya, Jacob melompat dari sofa karena terkejut!

Dia mengambil undangan itu dari tangan Charlie, buru-buru membukanya dan menatapnya. Untuk sesaat, dia begitu bersemangat sampai tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Claire, yang menyaksikan mereka, juga sangat terkejut. Dia mengambil kartu undangan dari ayahnya dan menyadari bahwa itu adalah kartu undangan asli dari Perhimpunan Barang Berharga.

"Wow, luar biasa! Charlie, kamu benar-benar menantuku yang baik!" Wajah Jacob memerah karena senang, suaranya terheran-heran.

Dia menepuk bahu Charlie dan berkata, "Putriku sangat beruntung menjadi istrimu."

"Hah, itu hanya kartu undangan, apa istimewanya?" Elaine menggeram sinis.

Jacob memelototi Elaine dengan kesal, memegang erat kartu undangan itu. "Apa yang kamu tahu, dasar bodoh? Ini adalah kartu undangan dari Perhimpunan Barang Berharga!"

Lalu, dia menoleh ke Charlie dan berkata, sambil menyeringai lebar, "Ayo, duduk, kita makan!"

Dia melambaikan tangannya pada Claire dan berkata, "Ambilkan sebotol wiski yang enak dari lemari, aku ingin minum dengan menantuku yang baik malam ini."

Elaine menatap Charlie saat melihat suaminya bahagia dan melanjutkan makan malamnya dengan tenang.

Claire juga sangat senang terhadap ayahnya tapi dia agak skeptis. Ketika Claire kembali membawa wiski, dia menyikut Charlie saat duduk dan bertanya, "Ngomong-ngomong, dari mana kamu mendapatkan kartu undangan itu?"

Dia mendengar ayahnya sedang kesal ketika dia berada di kantor hari ini dan ingin membelikannya kartu undangan itu. Kemudian dia menyadari bahwa kartu undangan dari Perhimpunan Barang Berharga terbatas untuk setiap keluarga!

Bagaimana Charlie bisa mendapatkannya?

Charlie tersenyum hangat dan berkata, "Aku memintanya dari seorang teman, dia mendapatkan dua kartu undangan tetapi dia tidak ingin pergi, jadi dia memberikannya kepadaku."

"Benarkah?" Claire mengerutkan kening, masih belum yakin. "Kenapa aku tidak pernah mendengarnya darimu, kalau kamu punya teman dengan latar belakang keluarga yang begitu hebat? Siapa namanya?"

Charlie berkata pelan, "Nama belakangnya Quinton, aku pernah menolongnya di Jalan Antik tempo hari. Ayah tahu itu..."

Jacob mengangguk. "Oh ya, dia benar, si Quinton itu bahkan memberikan Charlie sebuah gelang giok seharga $6 juta!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel