Bab 122 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Punya siapa batu kerikil ini? Apakah milik pria bertopeng itu? Apakah dia menjatuhkan batu kerikil secara tidak sengaja?

Loreen menggenggam kerikil itu erat-erat seolah sedang memegang berlian yang berharga.

Jika dia tidak pernah bertemu dengannya lagi, batu ini akan menjadi satu-satunya benda yang dia tinggalkan.

Ambulans membawa Loreen ke Rumah Sakit. Setelah serangkaian diagnosa, dokter benar-benar terkejut mendapati bahwa lukanya tidak serius, tanpa mengetahui bahwa sebelumnya Charlie telah merawat lukanya.

Dilihat dari luka tusuk di kakinya, luka itu membuat urat ketingnya pecah atau lebih buruk lagi, merusak otot dan pembuluh darahnya.

Namun, bukan saja lukanya yang tidak terlalu dalam, pembuluh darah dan tendon di dalamnya juga masih utuh seolah-olah tersambung kembali dan jauh lebih kencang dari sebelumnya.

Dokter berkata, "Luka Anda akan sembuh setelah beberapa hari beristirahat. Tapi, ini sangat luar biasa. Apakah Anda melakukan sesuatu pada lukanya?"

Loreen sedang memikirkan pria bertopeng misterius itu, sehingga dia berkata, "Tidak, aku tidak melakukan apa-apa."

Dokter itu berseru, "Ini keajaiban!" Kemudian, dia melanjutkan, "Oh ya, saya sudah menelepon polisi, mereka segera datang. Anda bisa memberitahu mereka tentang serangan itu."

Loreen mengangguk pelan.

Polisi segera datang. Mereka menangani kasus ini dengan sangat serius karena perkelahian terjadi di pusat kota yang melibatkan senjata dan korban yang terluka adalah salah seorang pimpinan di Emgrand Group.

Di antara petugas polisi yang datang, seseorang mengenal keluarga Wilson dan ternyata Loreen adalah tamu mereka, maka dia memberitahu keluarga Wilson tentang hal itu.

Sementara itu, di kediaman keluarga Wilson, para anggota keluarga sedang mendiskusikan apa yang harus mereka lakukan.

Harold memberitahu mereka tentang insiden Loreen, tetapi dia tidak mengatakan bahwa insiden itu terjadi karena dia. Nyonya Wilson berpikir bahwa ini adalah kesempatan besar bagi keluarganya untuk bertindak. Mereka harus menemukan cara untuk bisa menemui Loreen dan menyelamatkannya dari kematian. Pada saat yang sama, mereka harus membantu Harold menciptakan adegan heroik di dalamnya sehingga dia bisa menyentuh hati Loreen.

Ketika mereka mendengar bahwa Loreen berada di Rumah Sakit, Nyonya Wilson sangat kecewa. "Akan lebih bagus, jika Harold berada di sana di saat-saat keadaan menyedihkan seperti ini!"

Kemudian, Nyonya Wilson mendesak mereka, "Cepat, ayo kita pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguknya!"

Harold merasa ketakutan, dia hanya terdiam dan pergi ke Rumah Sakit bersama keluarganya.

Dalam perjalanan ke Rumah Sakit, Harold telah menyusun serangkaian alasan, tetapi dia tidak tahu apakah Loreen akan mempercayainya atau tidak.

Saat tiba di Rumah Sakit dan melihat Loreen, Harold menunjukkan ekspresi terkejut di wajahnya dan berkata dengan sungguh-sungguh saat dia mendekatinya, "Loreen, kamu baik-baik saja? Aku akan menelepon ayahku dan membawa tim untuk menyelamatkanmu!"

"Menyelamatkan aku?" Rona ironi terlintas di wajah dingin Loreen. "Kamu hampir membunuhku!"

Harold dengan panik menjelaskan, "Loreen, tolong jangan salah paham. Aku mencoba mengalihkan perhatian mereka. Lagi pula, mereka mengejarku, bukan kamu, kupikir mereka tidak akan menyakitimu."

Loreen mendengus kesal. Dia memalingkan muka darinya dan tidak mau berbicara dengannya lagi. Dia sudah tahu kepribadian pria itu, dia hanya ingin menjauh darinya sejauh mungkin.

Karena Loreen tak mau bicara dengannya, Harold berasumsi bahwa Loreen percaya dengan ucapannya, lalu dia menatap Loreen dengan seksama dan melihat jaket pria melilit di pinggangnya. Harold mengerutkan kening dan bertanya, "Loreen, mana celana panjangmu? Apa yang mereka lakukan padamu?"

Loreen menghela napas kesal, dia tidak ingin berbicara dengannya sama sekali. "Itu bukan urusanmu!"

Dengan waspada, Nyonya Wilson melirik Loreen dan melihat jaket pria yang melilit di pinggang Loreen. Nyonya Wilson berjalan mendekat dan bertanya, "Loreen, kamu bisa memberitahuku. Apakah mereka melakukan sesuatu padamu?"

Loreen berkata dengan wajah tanpa emosi, "Mereka menikamku. Untungnya, seorang pemuda yang lewat di tempat kejadian menyelamatkan aku. Dia membantu mengobati luka tusukku, dan karena celanaku robek, dia memberikan jaketnya untuk menutupi kakiku. Kenapa? Apakah ada masalah?"

"Seorang pemuda?" Nyonya Wilson tercengang.

Seorang pemuda menyelamatkan Loreen? Oh tidak, ini tidak bagus! Jika Loreen jatuh cinta pada pemuda itu, cucunya yang berharga, Harold, akan kehilangan kesempatan!

Harold bertanya dengan nada iri, "Bagaimana dia mengobatimu? Apakah dia melepaskan celanamu dan merawatmu?"

Loreen mencibir sinis. "Sekali lagi, itu bukan urusanmu!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel