Bab 119 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Rasa sakit begitu terasa di kakinya sampai menjalar ke seluruh tubuh Loreen. Dia sudah merasa putus asa, dan dalam keputus-asaannya, dia menangis dengan keras.

Pemuda itu menyeringai licik ketika ia melihat wajah Loreen yang tetap cantik walaupun dipenuhi dengan air mata. Ia lalu berkata, "Masukkan dia ke dalam mobil!"

Seseorang berkata dari sampingnya, "Tuan Westbrook, kapan Anda akan memberikan kami wanita ini?"

Pemuda itu berkata, "Setelah aku selesai dengannya, kamu bisa melakukan apa pun yang kamu mau!"

Lalu, dia membentangkan tangannya, ingin mengangkat Loreen ke dalam mobil ketika terdengar teriakan yang sangat keras dari belakang mereka!

"Argh!"

Tiba-tiba, suara teriakan kesakitan terdengar dengan kencang!

Pemuda itu berbalik dengan penuh kemarahan dan berteriak, "Ada apa?"

Tapi, ketika dia mengangkat wajahnya, dia merasakan angin kencang datang dari arah depan! Sebelum dia menghindar, dia merasakan sakit di wajahnya, darah menyembur di depan matanya, dari hidungnya terdengar suara 'krak' dan darah keluar dari hidungnya.

Seperti dihantam oleh palu besar, dia berteriak kesakitan, tubuhnya bergetar dan mundur ke belakang.

Ketika dia terjatuh di tanah, dia melihat anak buahnya berbaring di tanah seperti sekelompok binatang mati.

Loreen mengangkat kepalanya dengan penuh ketakutan, matanya terbuka lebar melihat peristiwa itu.

Ia melihat seorang pria menggunakan topeng hitam berdiri di depannya, matanya sangat tajam seperti sepasang belati.

Loreen terkejut dan senang di waktu yang sama. 'Siapa dia? Apakah dia akan menyelamatkanku? Pastinya, dia di sini untuk menyelamatkan aku!'

Pemuda itu tersungkur ke tanah dengan menutupi wajahnya yang penuh dengan darah.

Pria bertopeng bergerak sangat cepat sehingga bisa menjatuhkan empat pria dalam sekejap. Sedangkan pria lainnya terkesima karena serangan yang tiba-tiba, tidak lama kemudian mereka sadar dan langsung menuju ke arah pria itu disertai teriakan.

"Siapa... siapa kamu?" Duduk di tanah, Loreen memandang pria itu seakan dia melihat pahlawan super.

Pria itu tidak menjawab, dan dia langsung membopong Loreen berlari ke arah lorong yang gelap.

Loreen terengah-engah, mencoba untuk mengatur napasnya, jantungnya masih berdetak keras karena dia masih terkejut. Di belakang mereka, terdengar teriakan sekelompok pemuda itu dan suara sepeda motor, mereka mengejar dengan cara apa pun.

Angin malam menerpa wajah Loreen saat pria bertopeng berlari menjauhi kelompok tersebut, Loreen telah kehilangan banyak darah dari kakinya ditambah rasa panik yang diakibatkan oleh kejadian tersebut, dia hanya bisa berpegangan ke pria itu dengan lemah.

Entah mengapa, dia merasa mengenal pria bertopeng itu dari napasnya.

Tapi, dia tidak mengetahui jika pria misterius yang membopongnya itu adalah suami dari sahabatnya, Charlie.

Ketika Charlie melalui area itu, dia melihat Loreen dikelilingi oleh sekelompok pemuda. Dia khawatir Loreen mengalami masalah, sehingga dia memakai topeng dan menolong Loreen.

Setelah perubahan dan penguatan oleh Reiki yang berasal dari batu kerikil, kemampuan Charlie meningkat beberapa tingkat, bahkan stamina dan kecepatannya lebih cepat dari sebelumnya.

Dia berlari zig zag dan menyeberangi beberapa lorong sampai tidak terlihat oleh para pemuda yang mengejarnya.

Bersama Loreen, Charlie telah berlari sangat jauh sebelum berhenti di sebuah taman.

Gelap, dan taman itu dikelilingi tanaman dan semak belukar yang akan menjadikannya tempat yang sempurna untuk bersembunyi.

Dia meletakkan Loreen di tanah dan melihat celananya sudah dipenuhi dengan darah.

Loreen mencoba untuk tetap fokus, walaupun telah kehilangan banyak darah. Wajahnya pucat seputih kertas dan dia berkata, "Terima kasih telah menyelamatkanku, boleh aku bertanya, siapa kamu?"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel