Bab 117 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Pemuda itu merasa pusing karena hantaman botol tersebut dan hampir saja tersungkur ke lantai.

Orang-orang yang sedang makan malam terkejut karena peristiwa tersebut.

Harold menatap dengan sangat marah ke pemuda yang kepalanya telah berlumuran darah dan mencibir. "Pergilah atau aku patahkan kakimu!"

Pemuda itu menahan sakit di kepalanya dan berbicara dengan keras. "Baiklah, tunggu aku dan lihatlah!"

Kemudian dia berlari ke luar dari restoran.

Harold menyeringai dan berkata. "Dasar pecundang, dia pikir dia siapa, berani memperlakukan aku seperti ini? Aku adalah Harold Wilson!"

Kemudian, dia dengan sombong berkata kepada Loreen. "Selalu saja ada serangga pengganggu ke mana saja kamu pergi, jangan biarkan dia mengganggu kita malam ini, mari, kita menikmati makan malamnya."

Suasana hati Loreen benar-benar sudah buruk karena peristiwa itu, dia pun mengangguk dalam diam.

Dengan makan malam ini, Harold mencoba menyalakan suasana dengan memulai pembicaraan, tapi Loreen tidak tertarik sama sekali.

Menurut pendapatnya, Harold tidak lain hanyalah pria yang tidak mampu mengontrol emosinya dan ceroboh. Bahkan, dia tidak akan masuk ke dalam daftar pria yang disukainya, walaupun dia adalah pria terakhir yang ada di dunia.

Sedangkan Harold, menganggap Loreen terkesima oleh kharismanya saat dia menghentikan pengganggu tersebut di hadapannya. Tapi, yang terjadi malah sebaliknya, Loreen tampak seperti merasa terganggu dan jijik terhadapnya.

Harold menjadi murung saat dia melihat ekspresi dari wajah Loreen. Jika Loreen tidak menyukai pria yang menggunakan kekerasan, itu berarti dia baru saja menggali kuburannya sendiri dengan menghantamkan botol anggur ke kepala pemuda itu, bukankah begitu?

Harold benar-benar putus asa selama makan malam itu.

Setelah makan, Harold pikir bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk mengenal Loreen lebih jauh, tapi Loreen tampak menolak dan berkata. "Sudah malam, aku harus pulang sekarang, terima kasih atas makan malamnya."

Mata Harold terlihat murung, "Biar aku mengantarkanmu ke rumah!"

Loreen menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa, aku akan naik taksi." Sepertinya dia sudah menegaskan bahwa hari ini sudah cukup untuk bersama Harold.

Harold merasa marah, tapi dia menekannya dan berkata dengan sopan. "Biar aku mengantarmu mencari taksi, setidaknya aku mengetahui mobil mana yang akan kamu naiki."

Loreen tidak menolak kali ini, dia mengangguk dan berjalan ke luar dari restoran, Harold segera mengikutinya.

Harold benar-benar merasa terganggu akibat peristiwa tersebut. Sebenarnya, dia menginginkan makan malam romantis, dan akan menyatakan perasaannya kepada Loreen. Tapi, pengganggu itu datang dan merusak rencananya, bahkan dia seperti meninggalkan kesan yang buruk! Hari ini bukanlah harinya."

Jika aku melihatnya lagi, aku akan membunuhnya!" Harold berujar kepada dirinya sendiri.

***

Sementara itu, Charlie baru saja menyelesaikan makan malamnya dan membersihkan piringnya.

Claire tiba-tiba menjerit, "Charlie, tadi di tasku ada penawaran dari pemasok, apakah kamu melihatnya?"

Charlie menggelengkan kepalanya. "Tidak, bahkan aku tidak menyentuh tasmu sejak kita pulang."

Claire terdiam sejenak, mencoba untuk mengingatnya, kemudian dia menepuk jidatnya dan menghela napas. "Ah, aku pikir aku meninggalkannya di ruangan rapat! Aku membutuhkannya untuk besok, bisakah kamu mengantarkan aku ke sana?"

Charlie tertawa kecil. "Lihatlah dirimu, kamu kelelahan, pergilah istirahat, aku akan mengambilkannya untukmu."

Claire terlihat lega dan berkata. "Kamu benar, aku sangat lelah, terima kasih Sayang, nomor dokumennya GY20191101."

"Sama-sama, Sayang."

Charlie mengambil kunci mobilnya dan ke luar.

Sementara itu, Harold dan Loreen baru saja keluar dari restoran dan berdiri di pinggir jalan.

Loreen hendak mencari taksi, ketika sekumpulan pria kekar keluar dari van berwarna putih yang parkir di seberang jalan dan menghampiri mereka dengan cepat.

Para pria itu mengenakan jubah hitam, memegang pipa besi di tangan mereka, sepertinya mereka datang untuk membalas dendam!

"Sial!" Harold merasa ketakutan saat dia melihat para pria itu berlari menghampirinya.

Wajah Loreen pun terlihat pucat, ketika dia melihat kejadian itu. Dia merasa bahwa para pria ini datang karena pemuda itu, dan dari apa yang terlihat sepertinya mereka berdua akan mati!

Dan benar, pemuda dengan perban di kepalanya berdiri dan berteriak. "Ayo!"

Setelah suara itu terdengar, sekelompok pria itu segera menuju Harold."

Aku dari keluarga Wilson! Jangan sekali-kali kalian menyentuhku!" Harold menjadi sangat panik dan ketakutan, tapi dia masih bisa berteriak dengan nada angkuh.

Seorang pria besar menyeringai, dia mengangkat pipa besi dan memukulkannya ke arah Harold.

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel