Bab 115 - Si Kharismatik Charlie Wade

  Loreen tidak ingin mengangkat telepon saat dia melihat nama Harold di ponselnya.

Dia tidak memiliki kesan yang baik tentang Harold, dan dia bisa melihat dengan jelas motif Harold untuk mendekatinya. Harold ingin dekat dengannya dan menyentuh hatinya.

Dia sangat kesal dengan orang ini dan segera menutup telepon.

Namun, Harold tidak bisa menerima jawaban tidak. Dia mencoba beberapa kali sampai Loreen dengan enggan mengangkat telepon dan bertanya dengan dingin, "Ada apa, Harold?"

Harold, di ujung telepon, segera berkata, "Loreen, aku dengar kamu ditunjuk sebagai Direktur Penjualan, apakah itu benar?"

Loreen terkejut. "Bagaimana kamu bisa mendapatkan berita secepat itu?"

Harold terkekeh. "Aku memiliki beberapa teman yang bekerja di Emgrand Group, mereka memberitahuku bahwa ada pengumuman resmi tentang pengangkatan tersebut, jadi aku menelepon untuk memberi selamat kepadamu."

"Oh," kata Loreen, "Ya, aku ditunjuk sebagai Direktur Penjualan."

"Selamat, ya!" Harold memekik kegirangan. "Itu adalah posisi yang sangat penting! Kamu sangat beruntung!"

Loreen berkata dengan datar, "Terima kasih."

"Loreen, kamu sudah lama berada di Aurous Hill, tapi kita jarang bertemu. Aku minta maaf atas insiden buruk di Heaven Springs tempo hari, jadi, sebagai permintaan maafku, aku ingin mengundangmu makan malam nanti. Hari ini merupakan hari yang menyenangkan karena kamu ditunjuk sebagai Direktur Penjualan. Kita harus merayakan momen yang menggembirakan ini. Bagaimana menurutmu?"

Loreen mulai menolak tawarannya, "Tapi, aku harus bekerja lembur malam ini..."

"Loreen, kita harus merayakannya sekarang, kalau tidak, perasaan gembira itu akan menghilang besok. Selain itu, kamu tidak punya banyak teman di Aurous Hill. Bagaimana kalau aku memesan meja hanya untuk kita berdua dan mengadakan perayaan yang tenang? Bagaimana menurutmu?"

Loreen tersentuh saat itu.

Sejujurnya, dia sangat ingin merayakan pencapaiannya yang menggembirakan, tetapi Claire tidak bisa datang, dan dia tidak dapat menemukan orang lain untuk merayakannya.

Sekarang Harold berinisiatif untuk menelepon, dia adalah pilihan terbaik kedua terlepas dari kepribadiannya yang munafik. Lebih baik ada dua orang yang merayakan dari pada sendirian.

Loreen menyetujui permintaannya dan berkata, "Oke, kirim alamatnya kepadaku."

"Oke, aku sudah memesan meja di Aurous Bistro, cukup sebutkan namaku saat kamu sampai."

Loreen mengangguk. Oke, aku akan segera ke sana.

***

Loreen meninggalkan kantor dan naik taksi ke Aurous Bistro. Itu adalah salah satu restoran terbaik di Aurous Hill meskipun tidak setara dengan Heaven Springs.

Harold berdiri di depan pintu, tinggi dan tegap, menunggu Loreen. Dia mengenakan setelan dengan gaya rambut yang rapi, berusaha tampil cerdas dan elegan. Namun, perban di lengannya sangat merusak pemandangan sehingga benar-benar menghancurkan tampilan kasual yang dia coba tampilkan.

Loreen mengenakan kaus kasual dan celana jeans, memancarkan aura awet muda dan energik. Dia menarik perhatian orang-orang di sekitar saat dia turun dari taksi.

Harold tersenyum malu. Kemudian, dia segera menghampiri dan menyapa Loreen, "Hai, kamu sangat cantik hari ini. Ayo masuk, meja kita sudah siap."

"Terima kasih." Loreen tersenyum sopan.

Mereka duduk di kursi, dan tak lama, makanan disajikan.

Harold meminta pelayan untuk membawakan sebotol anggur merah yang enak. Kemudian, dia menoleh ke Loreen dan memuji, "Hari ini adalah hari yang membahagiakan, mengapa kita tidak minum anggur untuk merayakannya!"

Loreen langsung menggerakan tangannya dan berkata, "Aku tidak minum anggur, aku hanya minum jus."

"Tidak bisa!" Harold memekik.

Dia ingin membuat Loreen mabuk dan melihat apakah dia bisa mendapatkan kesempatan untuk mendekatinya, tetapi Loreen segera menolak permintaannya untuk minum yang membuatnya sangat kecewa.

Loreen berkata dengan nada meminta maaf, "Maafkan aku, Harold, aku tidak enak badan hari ini, jadi aku tidak bisa minum. Mari kita cari kesempatan lain untuk berkumpul dan minum anggur satu atau dua gelas."

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel