Bab 113 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Charlie mendengar suara langkah kaki dari belakangnya. Dia diam-diam melirik ke pantulan jendela kaca dengan sudut matanya dan melihat bahwa Loreen mengikutinya!

Oh, sial!

Jika Loreen melihatnya di sini, dia akan mengira bahwa dirinya adalah Direktur Emgrand Group!

Lebih buruk lagi, Loreen mungkin akan mengaitkan semua kejadian dan tahu bahwa dia adalah Tuan Muda dari keluarga Wade!

Ini sungguh sangat gawat!

Saat Loreen menyusulnya, Charlie berjalan lebih cepat, memasuki ruang Direktur, dan dengan cepat mengunci pintu di belakangnya.

Loreen tidak menyangka bahwa pria itu tiba-tiba mempercepat langkahnya. Ketika Loreen ingin mengejarnya, Charlie sudah sampai di ruangannya.

Loreen menghela napas dengan kecewa dan bergumam pelan, "Aneh, kenapa aku merasa Direktur sepertinya sengaja menghindariku..."

Loreen tidak ingin menyerah atas kesempatan emas seperti itu. Dia menarik napas dalam-dalam, mengetuk pintu dan berkata, "Halo, Tuan Direktur, saya Loreen Thomas, Direktur Administrasi yang baru. Saya ingin melaporkan kemajuan Departemen kepada Anda."

Charlie sengaja merendahkan suaranya dan menjawab, "Sudahkah kamu melapor ke Nona Young? Perusahaan tidak mengizinkan karyawan untuk melangkahi atasan langsung mereka, bukankah kamu tahu itu?"

"Maafkan saya, saya lupa..."

Loreen sedikit terguncang oleh nada sang Direktur yang mengintimidasi dan dia berpikir, 'Direktur sangat galak... Apakah dia marah karena aku melangkahi Doris, atau dia sama sekali tidak ingin bertemu denganku?'

Namun, Loreen tidak berani lagi berada di depan ruangan Charlie. Dia pergi dengan malu.

Charlie menghela napas lega saat mendengar langkah kaki Loreen semakin menjauh.

Loreen hampir menyusulnya! Hampir saja!

Charlie merenungkan situasinya. Dia akan sering datang ke kantor. Sebagai Direktur Administrasi, ruangan Loreen berada di lantai yang sama dengan ruangannya, peluang untuk bertemu dengannya akan semakin besar nantinya.

Tepat pada saat itu, Doris masuk ke ruangannya.

Charlie segera berkata padanya, "Doris, aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku."

Doris mengangguk. "Ya silakan, apa itu?"

"Ganti jabatan Loreen Thomas."

Setelah jeda singkat, Charlie bertanya, "Jabatan apa di perusahaan kita yang tidak perlu terus-menerus di kantor?"

"Penjualan, urusan komersial," jawab Doris, "Kedua posisi itu sering kali harus ke luar kantor untuk urusan bisnis, pada dasarnya, mereka tidak akan berada di kantor."

"Bagus," Charlie mengangguk dan berkata, "Kalau begitu pindahkan dia menjadi Direktur Penjualan."

"Tidak masalah, saya akan mengaturnya begitu saya kembali ke ruangan," jawab Doris.

Kemudian, Doris melaporkan perkembangan perusahaan kepada Charlie.

Proyek hotel bintang enam yang baru telah dimulai. Bangunan itu terletak di Discana Hill, dengan pemandangan yang menakjubkan dan lingkungan yang eksklusif.

Setelah hotel selesai dibangun, hotel itu akan menjadi hotel bintang enam pertama di Aurous Hill yang tentunya akan menjadi ciri khas keanggunan dan kemewahan.

Kemajuan proyek hotel itu berlangsung dengan sangat lancar. Pembangunan hotel itu diharapkan selesai dalam dua tahun dan bisa mulai beroperasi dalam dua setengah tahun. Pada saat itu, hotel tersebut akan menjadi pendapatan yang menguntungkan bagi Emgrand Group.

Charlie menginstruksikan Doris, "Jika istriku melakukan pekerjaan dengan baik dalam proyek itu dan memiliki waktu luang, berikan beberapa proyek sampingan kepadanya."

"Tidak masalah, jangan khawatir!"

Charlie mengecek arlojinya, istrinya hampir selesai rapat, maka dia berkata, "Telepon Loreen untuk ke ruanganmu sekarang, ini waktu yang tepat bagiku untuk pergi."

Doris mengangguk. Dia kembali ke ruangannya dan menelepon Loreen.

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel