Bab 109 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Graham terkejut dengan perkataan Charlie.

Seluruh keluarganya akan hancur?

Apakah dia harus membayar dengan begitu mahal?

Graham berubah pucat sebelum dia menghela napas dan berkata, "Saya tidak pernah melakukan hal buruk selama hidupku. Saya sudah mencoba untuk melakukan kebaikan dan menolong orang yang membutuhkan setiap hari. Jadi, bagaimana bisa saya berakhir seperti ini?"

Charlie tersenyum sebelum bertanya, "Apakah itu alasannya kenapa Anda ingin membeli batu topas sebelumnya?"

Graham mengangguk. Sebenarnya, dia sudah melakukan berbagai macam metode yang berbeda, tetapi sepertinya tidak ada yang berhasil sampai dia bertemu dengan Charlie.

Sebelumnya, dia berpikir kalau Charlie hanya tahu cara menilai barang antik, maka dia tidak memperhatikan Charlie.

Namun, hari ini, Charlie benar-benar menunjukkan penyebab kemalangan mereka tanpa sedikit pun keraguan. Sekarang, Graham tahu bahwa Charlie bukan orang biasa. Sebenarnya, Charlie mungkin harapan mereka, dan nasib keluarga Quinton ada di tangannya.

Graham menggenggam tangan Charlie, lalu dia memohon kepada Charlie. "Tuan Wade, saya mohon tolong saya dan keluarga saya!"

Setelah dia selesai berbicara, dia segera memberi instruksi kepada asisten yang ada di sampingnya. Asisten itu menoleh dan pergi setelah menerima instruksi itu.

Charlie tersenyum tipis sebelum menjawab, "Tuan Quinton, aku rasa Anda harus menyelesaikan sendiri masalah keluarga Anda."

Dia tidak memilik hubungan atau koneksi apa pun dengan keluarga Quinton. Graham hanyalah kenalan yang dia temui sekali waktu itu, lagi pula, Adam sudah membuatnya tersinggung karena batu kerikil itu.

Meskipun Aurora cukup cantik dan dia memiliki perawakan yang sempurna, dia juga memiliki karakter yang sangat agresif dan sembrono.

Di samping itu, kecantikannya tidak berarti bagi Charlie. Dia bukan istrinya, dan dia tidak akan tidur dengan Charlie.

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi Charlie untuk menolong keluarga Quinton.

Meskipun demikian, Graham tidak ingin menyerah dengan kesempatan yang sempurna untuk menyelamatkan keluarganya hanya dengan itu. Dia segera berlutut di depan Charlie dan berkata, "Tuan Wade, saya memohon padamu. Mohon katakan pada saya, bagaimana caranya agar saya bisa menyelamatkan keluarga saya."

Graham sangat sopan kepada Charlie dan membungkuk sangat rendah di depan Charlie.

Tetap saja, Charlie sama sekali tidak tersentuh.

Ketika Graham melihat Charlie mengacuhkan permintaannya, jantungnya berdebar kencang dan dia segera berlutut ke tanah.

Ketika Aurora melihat apa yang dilakukan oleh ayahnya, dia berlutut di samping ayahnya tanpa ragu sama sekali.

Ketika Aurora berlutut di depan Charlie, dia memohon dengan sangat memelas, "Tuan Wade, saya sudah sangat sembrono tadi. Saya minta maaf, jika saya mengganggu atau membuat Anda tersinggung, saya mohon maafkan saya. Nasib keluarga Quinton ada di tangan Anda. Saya mohon, tolong kami."

Setelah mengatakan itu, Aurora menoleh ke Adam yang bingung. Dia menampar Adam lalu memarahinya. "Adam! Semua ini adalah salahmu. Kamu yang menyebabkan semua bencana ini karena membawa benda aneh dan jahat itu ke keluarga kita! Bahkan, kamu menyinggung Tuan Wade ketika hanya dia satu-satunya orang yang mungkin bisa menolong kita! Berlutut di depan Tuan Wade dan minta maaf kepadanya dan memohon belas kasihnya sekarang!" Adam sangat ketakutan dan dia kehilangan kata-kata.

Dia tidak pernah menyangka bahwa liontin kalsedon yang dia miliki akan menyebabkan semua bencana dan kemalangan untuk keluarga Quinton sejak tahun lalu. Tidak mungkin dia bisa menyalahkan orang lain. Selain itu, dia bahkan telah menyinggung Charlie, dan sepertinya Charlie satu-satunya orang yang bisa membantu keluarganya. Adam takut, dia benar-benar akan dipukuli sampai mati oleh Kakek dan kerabatnya, jika mereka tahu tentang ini.

Akibatnya, Adam berlutut dan memohon kepada Charlie dengan suara bergetar. "Tuan Wade, saya bersalah. Tuan Wade, mohon maafkan saya dan kasihanilah keluarga saya! Saya tidak tahu mana yang benar dan salah. Saya mohon, maafkan saya dan tolonglah keluarga Quinton agar terhindar dari kesialan yang menimpa keluarga kami. Saya mohon padamu..."

Setelah itu, Adam membenturkan kepalanya ke tanah ketika memohon kepada Charlie.

Pada saat ini, asisten Graham kembali dengan membawa kotak hadiah di tangannya.

Graham mengambil kotak hadiah itu dari asistennya, lalu menyerahkan kepada Charlie dengan penuh hormat. "Tuan Wade, ini adalah gelang giok yang paling mahal di Emerald Court. Nilainya lebih dari $6 juta! Mohon terima hadiah ini sebagai rasa terima kasih saya, Tuan Wade."

Charlie menatap kotak hadiah yang ada di tangan Graham. Itu adalah sebuah gelang giok yang bagus dengan hasil akhir yang sempurna, sejernih kristal.

Orang-orang yang ada di sana tidak bisa menahan keterkejutan ketika mereka melihat gelang giok itu. Semua orang tahu, gelang giok itu yang paling mahal di Emerald Court dan harganya kurang lebih $6 juta!

Namun, Graham sebenarnya telah memberikan instruksi kepada asistennya untuk membeli gelang giok itu sehingga bisa dia berikan kepada Charlie, bahkan dia sampai memohon kepada Charlie untuk menerima hadiah itu.

Tidak bisa disangkal lagi, Graham sangat menghargai Charlie.

Namun, siapa Charlie?

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel