Bab 108 - Si Kharismatik Charlie Wade

 "Terlalu lemah!"

Charlie begitu marah dan menyingkir saat dia menghindari tendangan itu. Setelah itu, Charlie mengangkat kakinya dan langsung menendang pantat Aurora, membuat perempuan itu terjatuh ke tanah.

Rahang Adam seperti jatuh ke tanah ketika dia menyaksikan kejadian itu. Dia bergumam pada dirinya sendiri, "Itu... bagaimana mungkin?!"Aurora bahkan merasa lebih malu. Sejak dia mulai bertarung, dia tidak pernah merasa dipermalukan seperti ini. Terlebih lagi, titik tendangan Charlie di tempat yang sangat memalukan! Dipenuhi rasa marah Aurora berdiri, dia segera maju ke arah Charlie, dan segera menyerangnya. Dia sudah memutuskan bahwa sialan ini harus membayar perbuatannya hari ini!

"Aurora, hentikan! Jangan berbuat kurang ajar kepada Tuan Wade."

Kemudian, seorang pria paruh baya tiba-tiba berlari ke arahnya dan menarik tangan Aurora.

Aurora masih merasa malu, dia berteriak, "Ayah! Menyingkirlah! Aku akan membunuhnya!"

'Beraninya dia? Siapa yang memberikan dia keberanian untuk menendang pantatku? Pantatku sekarang sakit gara-gara dia!'

"Diam!"

Pria paruh baya itu berteriak dan menatap Aurora.

Setelah itu, dia berjalan ke arah Charlie dengan ekspresi rendah hati. Setelah mengambil napas dalam-dalam, dia mulai berbicara sopan. "Tuan Wade, kita bertemu lagi. Saya sungguh minta maaf atas perbuatan anak perempuanku dan keponakanku yang tidak bisa menjaga sikap mereka. Saya akan menyuruh mereka untuk minta maaf kepada Anda dan saya akan menyuruh mereka untuk merenungi kesalahan mereka ketika kami sampai di rumah."

Aurora dan Adam terkejut ketika mereka melihat adegan itu dengan tidak percaya.

Ayah Aurora adalah orang penting dan terhormat di Aurous Hill, lalu kenapa dia begitu hormat kepada pemuda itu?

Charlie segera mengenali pria paruh baya itu setelah melihatnya.

Charlie bertemu dengannya ketika menemani Jasmine untuk menilai barang antik beberapa waktu lalu. Nama pria itu adalah Graham Quinton.

Charlie mengangguk lalu menjawab, "Tuan Quinton, sepertinya Anda memang harus benar-benar mendisiplinkan keponakan Anda."

Graham mengangguk berkali-kali sebelum menatap Aurora dan Adam. Setelah itu, dia segera memberi perintah, "Ke sini dan segera minta maaf kepada Tuan Wade!"

"Aku tidak akan pernah minta maaf kepada bajingan itu! Dia telah menendang pantatku!" Aurora menjawab marah.

Graham juga mulai kehilangan kesabarannya. "Aku mau kamu meminta maaf kepada Tuan Wade! Sekarang!"

Aurora langsung putus asa saat melihat ayahnya sudah kehilangan kesabaran, oleh karena itu, dia hanya bisa menggigit bibirnya dengan sedih dan bergumam pelan, "Maafkan aku..."Di sisi lain, Adam sangat kesal dan dengan cepat bertanya, "Paman Kedua, dia mempermalukan aku dan bahkan menendang Aurora! Kenapa kami harus minta maaf padanya?! Paman seharusnya memberinya pelajaran demi kami! Jika Paman tidak bisa menghadapinya, aku akan meminta orang lain untuk menghadapinya!"

Plak!

Akhirnya, Graham kehilangan kesabarannya dan menampar Adam tanpa ragu sama sekali. "Sialan! Berlutut sekarang dan minta maaf kepada Tuan Wade!"

Adam benar-benar terkejut karena dia tidak mengira bahwa pamannya menampar dirinya di depan banyak orang. Ketika tetesan darah mengalir di sudut bibirnya, Adam mengangkat tangannya menutupi wajahnya dengan ketakutan. Dia tidak menyangka bahwa akhirnya akan menjadi seperti ini.

Tetapi... memintanya berlutut di depan orang banyak...Bukankah itu akan merendahkan martabat dan reputasi keluarga Quinton? Bagaimana dia bisa mengangkat kepalanya tinggi-tinggi di Aurous nantinya?

Menggertakkan giginya, Graham melanjutkan berteriak ke Adam, "Sialan! Jika Tuan Wade tidak memberitahumu tentang liontin kalsedon yang kamu perlakukan seperti harta karun sepanjang waktu, liontin itu tidak hanya akan merenggut nyawamu! Seluruh keluarga Quinton akan terbunuh karena kamu!"

Setelah mengatakan itu, dia melanjutkan, "Aku bertanya-tanya, kenapa keluarga Quinton mengalami begitu banyak nasib buruk dan kemalangan belakangan ini. Sepertinya kemalangan selalu menimpa kita, satu demi satu. Ternyata itu semua karena kamu! Kamulah penyebabnya yang membawa semua kesialan ini kepada kita karena liontin itu! Bayangkan, apa yang akan dilakukan oleh Kakek, jika dia tahu tentang ini!?"

Ketika Adam sadar bahwa pamannya benar-benar marah, dia dengan cepat berlutut di depan Charlie dengan ekspresi ketakutan.

Graham melanjutkan teriakannya, "Aku tidak mendengar permintaan maafmu!"

"Ya! Ya, aku minta maaf..." Adam meminta maaf kepada Charlie sambil gemetar ketakutan.

Graham menatap Charlie sebelum berbicara dengan hormat. "Tuan Wade, saya tidak tahu apakah ada hal lain yang bisa saya lakukan untuk menenangkan Anda. Maukah Anda menerima permintaan maaf mereka?"

Charlie segera menjawab. "Lupakan saja. Karena dia sudah berlutut dan meminta maaf, aku akan melepaskannya kali ini."

Graham menghela napas lega dengan kencang sebelum bertanya, "Tuan Wade, ada sesuatu yang lain yang saya ingin tanyakan kepada Anda. Karena Adam sudah membuang liontin itu, apakah keluarga Quinton dapat terhindar dari nasib buruk ke depannya?"

Begitu Charlie mendengar kata-kata Graham, dia mencibir sebelum berkata, "Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa semuanya akan sesederhana itu? Liontin giok itu sangat kuat, dan liontin tidak hanya mempengaruhi Adam saja. Jika Anda meminta pendapat jujurku, aku pikir keluarga Quinton akan hancur dalam setahun!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel