Bab 105 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Ketika Charlie melihat bagaimana sombongnya Tuan Quinton, dia tersenyum ketika menggelengkan kepala sambil menghina. "Kamu bahkan tidak bisa membedakan mana bentuk labu dan sumbatan giok? Pernahkah kamu mendengar mengenai sembilan lubang atau sumbatan batu giok yang digunakan pada mayat?"

"Apa maksudmu dengan sumbatan batu giok dan mayat?" Tuan Quinton bertanya dengan wajah bingung.

Charlie menghela napas. "Dasar anak kecil yang susah diajar!" Setelah itu, Charlie menggelengkan kepalanya sebelum berbicara, "Kamu bahkan tidak tahu apa itu? Apakah kamu pernah mendengar "Giok Sembilan Lubang?"

"Apa itu 'Giok Sembilan Lubang'?" Tuan Quinton bertanya sambil menatap Charlie dengan ekspresi kebingungan.

Meskipun Tuan Quinton sangat senang berbelanja barang antik, dia tidak pernah meluangkan waktunya untuk mempelajari barang antik. Dia selalu membeli barang yang dibilang bagus oleh orang, lalu dia akan menyombongkan barang antiknya.

"Dasar bodoh!" Charlie meringis sebelum dia melanjutkan perkataannya. "'Giok Sembilan Lubang' terdiri dari sembilan sumbatan yang biasanya digunakan oleh orang-orang untuk menyumbat sembilan lubang di tubuh orang mati. Tujuh lubang yang pertama bisa ditemukan di telinga, hidung, mulut, dan mata, sedangkan dua lubang yang lainnya di kemaluan dan lubang pembuangan."

"Orang mati!?" Tuan Quinton bertanya dengan mulut terbuka.

Dia menatap liontin kalsedonnya yang tergantung di lehernya dengan tidak percaya. Tiba-tiba, seluruh tubuhnya merinding.

Apakah liontin kalsedon ini benar-benar diambil dari tubuh orang mati?!

Charlie melanjutkan menghina dia. "Sepertinya kamu sungguh tidak tahu apa yang aku bicarakan. Liontin kalsedon yang ada di tanganmu sesungguhnya adalah giok sumbatan yang digunakan untuk menyumbat lubang pembuangan orang mati. Aku sungguh tidak percaya, selama ini kamu memakainya di lehermu sepanjang waktu! Apakah kamu tidak mencium baunya sama sekali?"

Tuan Quinton tidak bisa berkata apa pun sambil terus memandangi liontin labu kalsedon di tangannya. Kemudian tiba-tiba dia merasa mual dan sangat ingin muntah.

Ini adalah giok penyumbat yang telah dimasukkan ke bagian pantat orang yang sudah mati?!Dan memikirkan bahwa dia menggantungkannya di lehernya dan memperlakukannya seperti harta karun selama tiga tahun...

Dan yang lebih buruknya lagi, dia selalu memasukkan giok itu ke dalam mulutnya karena dia sangat menyukainya...

Apakah rasanya seperti lubang pembuangan di tubuh mayat?!

"Ohh!"

Tuan Quinton tidak tahan lagi dan dia menunduk ketika muntah.

Kerumunan penonton yang berkumpul menyaksikan kejadian itu sekarang menatap hina ke arahnya.

Beberapa orang bahkan dengan sombong dan menghina dia karena sudah begitu buta. Bagaimana seseorang bisa begitu bodoh menghabiskan banyak uang untuk membeli benda seperti itu?

Tidak berhenti sampai di situ, Charlie melanjutkan perkataannya. "Batu giok yang tergantung di lehermu itu sudah lama membasahi 'Qi' mayat, maka itu bukan lagi batu giok yang membawa keberuntungan maupun kesejahteraan. Nyatanya, batu itu sekarang memiliki aura yang sangat jahat. Jika kamu terus memakainya di lehermu, kamu akan mati tahun depan!"

Setelah mendengar semua itu, semua orang mundur beberapa langkah, ketakutan dengan aura jahat giok itu akan mempengaruhi mereka.

Zachary, yang sebelumnya berdiri di sebelah Tuan Quinton, juga bergerak ke sudut lain kiosnya.

Meskipun dia seorang penipu, dia tahu apa yang Charlie katakan bukannya tidak berdasar.

Tuan Quinton juga sangat ketakutan saat ini dan dia hanya bisa menatap Charlie dengan tatapan bingung.

Ekspresi wajah Charlie sangat dingin dan mendengus acuh tak acuh. "Apakah ini tahun yang penuh dengan bencana bagimu? Apakah kamu terlibat dengan situasi berdarah atau kecelakaan mobil?"

Tuan Quinton menatap Charlie ketika pikirannya melayang ke kejadian setahun lalu.

Tahun ini dia memang mengalami kejadian yang sangat buruk, dia memang mengalami kecelakaan mobil pada awal tahun. Jika bukan karena mobil Hummer tahan dengan benturan, dia mungkin sudah mati.

Sopirnya mati di tempat kecelakaan. Sedangkan Tuan Quinton, dua tulang rusuknya patah dan dia dirawat lebih dari setengah bulan sebelum akhirnya dia diperbolehkan pulang.

Tuan Quinton mulai berkeringat dingin. Tanpa membuang waktu lagi, dia menarik liontin kalsedon di lehernya lalu dia membuangnya ke tanah.

Penonton dengan cepat mundur menjauh menghindari bersentuhan dengan liontin itu.

Charlie hanya bisa meringis ketika dia melihat ekspresi kesal di wajah Tuan Quinton. Jika dia tidak memberikan peringatan kepadanya hari ini, Tuan Quinton pasti akan mati pada tahun ini.

"Siapa kamu?" Tuan Quinton menatap Charlie sambil menggertakkan giginya.

Orang ini tahu begitu banyak informasi tentang dirinya. Apakah dia dikirim oleh musuhnya ke sini?

"Aku adalah seseorang yang tidak bisa kamu singgung."

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel