Bab 104 - Si Kharismatik Charlie Wade

 "Oke, setuju," Charlie segera menyetujuinya dengan santai. "Aku hanya bisa bilang, bahwa kamu sungguh luar biasa karena benar-benar percaya dengan batu giok palsu."

Tuan Quinton semakin kesal, dan wajahnya memerah setelah mendapatkan kritik dari Charlie. Dia menoleh dan melihat ke kerumunan orang di sekitar mereka.

"Tuan Zeke, Tuan Lionel, aku ingin kalian berdua menilai gelang ini dan katakan kepadaku apakah gelang ini asli atau tidak."

Dua orang yang dipanggil tiba-tiba merasa sangat canggung ketika mereka saling bertukar pandang.

Ini karena mengidentifikasi keaslian barang antik biasanya akan menyinggung pihak lain, terlepas dari apakah barang itu asli atau tidak.

"Tuan Quinton, kami memliki pengetahuan yang terbatas untuk menilai barang antik. Kami tidak bisa mengatakan perbedaannya."

Tuan Quinton menjadi marah dan dengan cepat berkata, "Jangan katakan alasan yang tidak masuk akal! Aku ingin kalian berdua memberikan penilaian yang jujur kepadaku tentang gelang ini. Terlepas apakah giok ini asli atau tidak, aku berjanji tidak akan membuat masalah dengan kalian. Namun, jika kalian berbohong kepadaku dan seorang ahli mengatakan hal yang sebaliknya ketika dia menilai gelang ini, aku tidak akan dengan mudah melepaskan kalian!"

"Jangan marah, Tuan Quinton."

Kedua pria itu segera maju karena terkejut.

Tidak ada seorang pun pemilik kios di Jalan Antik yang berani menyinggung Tuan Quinton.

Akibatnya, kedua pemilik kios barang antik itu tidak punya pilihan selain melakukan permintaannya dan mendekat untuk melihat gelang giok itu.

Beberapa saat kemudian, salah satu pria terbata-bata berbicara, "Tuan Quinton, apa yang dikatakan pria ini benar. Gelang giok Anda... gelang giok..."

"Kenapa dengan gelang giok?" Tanya Tuan Quinton dingin.

Pria itu begitu ketakutan ketika menjawab. "Gelang Anda benar-benar terbuat dari batu buatan. Ini tidak terbuat dari giok murni."

Setelah mendengar kata-kata itu, wajah Tuan Quinton menjadi pucat sebelum wajahnya memerah karena marah. Dia begitu malu karena merasa seperti ditampar di depan umum.

Dia menelan kemarahannya, mencoba untuk mengendalikan kemarahannya sebaik mungkin.

Charlie tersenyum sebelum berbicara, "Sekarang kamu percaya padaku? Aku tidak habis pikir, kamu benar-benar menghabiskan uang $1,5 juta untuk membeli gelang batu buatan. Tuan Quinton, kamu sungguh pria kaya."

"Penilaianku kali ini salah!" Tuan Quinton menyahut sambil menggertakkan giginya karena marah. "Lagi pula, ini hanya $1,5 juta, apakah kamu pikir aku tidak sanggup kehilangan uang sekecil itu? Bahkan, jika gelang ini palsu, liontin labu kalsedon ini pasti asli!"

Tuan Quinton percaya diri dengan liontin labu kalsedonnya karena dia telah membayar seorang ahli untuk menilai liontin itu, dan ahli itu mengatakan kepadanya bahwa liontin itu memang barang antik dari Dinasti Sui!

Charlie mendengus dingin. "Aku takut, bahwa tidak ada orang yang sebodoh kamu di dunia ini! Lagi pula, siapa yang akan membawa benda jahat itu dan masih memperlakukannya seperti harta karun."

"Apa yang kamu katakan?! Kamu yang sangat bodoh!"

Kemarahan Tuan Quinton meledak, urat venanya yang biru di keningnya menonjol kali ini.

Charlie melanjutkan perkataannya, "Kamu sangat beruntung, karena kamu belum mati meskipun kamu menyimpan benda jahat itu di tubuhmu setiap hari!"

Ekspresi wajah Tuan Quinton segera berubah. Setelah mendapatkan pelajaran tadi, dia sekarang tidak yakin apakah perkataan Charlie benar atau tidak. Oleh karena itu, dia hanya bisa menatap Charlie ketika dia bertanya, "Kenapa kamu berkata seperti itu?"

"Lihatlah, bentuk liontin labu kalsedon!" Charlie menjawab dingin. "Apakah kamu sudah memeriksa dan meneliti fungsi dari potongan giok itu sebelum kamu membelinya?"

Tuan Quinton menjawab dengan penuh percaya diri, "Ini... bukankah liontin labu kalsedon ini hadiah dari Kaisar kepada anaknya untuk upacara menyambut kedewasaannya? Siapa pun yang berinvestasi di giok tahu, bahwa bentuk labu melambangkan kesejahteraan! Kamu benar-benar pria miskin yang tidak tahu apa-apa!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel