Bab 103 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Ketika semua orang melihat ekspresi sombong Tuan Quinton, kerumunan di sekitarnya menahan napas karena mereka yakin Charlie akan kalah dalam pertarungan ini.

Namun, ekspresi di wajah Charlie tetap tenang, dan dia tersenyum ketika menjawab, "Aku pikir bukan pertama kalinya kamu melakukan jual-beli di barang antik. Apakah kamu tidak tahu apa hal yang paling penting dari industri jual-beli barang antik?"

Tuan Quinton melihat ke arah Charlie dengan ekspresi dingin di wajahnya ketika dia menjawab, "Apa?"

Charlie tertawa sebelum menjawab, "Tentu saja, peraturan yang mengatur jual-beli barang antik!"

Setelah itu, Charlie mengeraskan suaranya sedikit sebelum dia melanjutkan bicaranya. "Di perdagangan barang antik, yang pertama datang selalu yang dilayani pertama. Aku yang datang pertama, dan aku adalah orang yang pertama membeli batu kerikil itu. Oleh karena itu, batu kerikil ini menjadi milikku. Bahkan, jika kamu berlutut kepadaku dan memohon untuk memberikannya kepadamu, aku tidak akan menyerahkannya, jika tidak, itu berarti aku membiarkanmu melanggar aturan itu hari ini. Siapa yang mau melanjutkan bisnis denganmu di Jalan Antik, jika kamu melanggar peraturan itu untuk mendapatkan apa yang kamu mau? Kamu akan dilarang masuk ke Jalan Antik, Tuan Quinton."

Tuan Quinton terkejut ketika mendengarkan kata-kata Charlie, dan wajahnya terlihat marah.

Dia tahu peraturan itu memang ada di perdagangan barang antik, bahkan dia memproklamirkan dirinya sendiri sebagai orang terpelajar, tetapi, di sini, dia terang-terangan mencoba melanggar peraturan.

Rumor tentang kejadian ini akan menyebar, tidak seorang pun akan mau bertransaksi dengannya lagi karena mereka takut akan menentang pelanggan yang lain.

Tuan Quinton tidak menyangka Charlie bisa membuatnya kehilangan kata-kata!

Karena itu, dia menatap Charlie dengan putus asa, berusaha mendapatkan keinginannya dengan melontarkan kata-kata itu di wajahnya.

Sayangnya, yang bisa dia lakukan hanyalah menelan kemarahannya dan menggertakkan giginya sebelum berbicara, "Apakah kamu pikir aku benar-benar tertarik dengan batu kerikil itu? Aku hanya ingin menempatkanmu di posisi yang tepat untukmu. Aku ingin kamu sadar, bahwa tidak semua orang cocok untuk melakukan jual-beli barang antik. Karena kamu jelas terlihat dari keluarga miskin, kamu seharusnya pulang ke rumah dan menanam sayur di taman saja! Jangan datang ke sini dan merusak nilai pasar barang-barang antik ini."

Setelah mengatakan itu, Tuan Quinton menggulung lengan bajunya dan mengangkat tangannya lalu melambaikan tangannya ke Charlie. "Buka matamu lebar-lebar dan lihatlah dengan jelas! Aku membeli gelang giok ini belum lama, seharga $1,5 juta! Apakah kamu pernah melihat sesuatu seindah dan selangka giok ini sepanjang hidupmu?"

Gelang giok di tangan Tuan Quinton sebening kristal dan bercahaya di bawah sinar matahari. Semua orang di sekelilingnya menatap gelang giok itu dengan mata terbelalak karena gelang itu sangat indah.

Zachary juga menatap tangan Tuan Quinton sambil berseru, "Wow! Sungguh giok yang indah!"

"Tentu saja!" Tuan Quinton menjawab dengan sombong, sepertinya dia puas dengan reaksi semua orang.

Setelah itu, dia menatap hina ke Charlie ketika dia menurunkan kerah bajunya dan mengeluarkan liontin berbentuk labu yang melingkar di lehernya. "Kenapa kamu tidak mencoba melihat yang ini juga?"

"Ini adalah liontin kalsedon yang diwariskan oleh Kaisar kepada anaknya pada dinasti Sui. Delapan puluh delapan barisan biksu berbaris di altar untuk berdoa kepada Buddha dan melafalkan kitab suci selama seratus delapan hari sebelum terbentuk liontin ini. Nilainya sekitar $3 juta!"

Ketika kerumunan orang mendengar harga liontin kalsedon begitu mahal, mereka menjulurkan leher mereka untuk melihat lebih dekat liontin itu.

Sementara itu, Zachary menggaruk hidungnya dengan senang ketika dia melihat sesuatu yang begitu berharga. Dia menatap liontin kalsedon, gatal ingin mengambilnya.

Tuan Quinton memainkan liontin kalsedon di tangannya ketika menyeringai ke Charlie. "Jika kamu orang miskin yang bahkan tidak bisa membeli sepotong baju yang layak, berhenti mencoba membeli barang antik. Itu membuat orang-orang menertawaimu."

Nadanya begitu menghina, dan karena kata-katanya, orang-orang mulai menatap Charlie.

Memang benar, Charlie tidak terlihat seperti orang kaya. Dia hanya menggunakan kaos putih biasa, celana denim, dan sepatu olahraga, seperti pekerja.

Di sisi lain, meskipun Tuan Quinton berpakaian sederhana dan santai, siapa pun bisa tahu bahwa pakaiannya sangat mahal. Pakaiannya buatan tangan, dan seluruh pakaiannya mungkin senilai enam digit.

Charlie menatap Tuan Quinton dengan ekspresi puas di wajahnya, karena dia merasa bahwa pria ini hanyalah lelucon. Dia bukanlah orang yang jahat. Dia hanyalah pemuda kaya yang ingin pamer dan menyombongkan kekayaannya.

Charlie tersenyum lalu melihat ke Tuan Quinton dan berkata, "Kamu pasti sangat kaya, hmmm? Tapi, meskipun gelang giokmu terlihat menakjubkan, sayangnya... itu palsu."

Tuan Quinton terkejut beberapa saat sebelum berteriak, "Kamu bicara omong kosong! Bagaimana mungkin gelang giokku palsu?"

"Jika kamu tidak percaya, kamu bisa bertanya kepada Bos lain yang ada di toko barang antik di sekelilingmu."

Charlie mengangkat bahunya sebelum dia melanjutkan berbicara, "Jika kamu cukup kaya untuk berinvestasi di barang antik, kamu seharusnya tahu nilai dari setiap barang yang kamu beli dari pada membeli barang palsu. Sekarang, kamu tidak lebih dari orang buta yang berkeliling di industri barang antik, berpura-pura sangat ahli dalam barang antik padahal kamu sama sekali tidak tahu apa-apa."

Tuan Quinton sangat kesal. Charlie jelas-jelas mengejek dan memanggilnya bodoh. Oleh karena itu, dia berkata tegas, "Jika gelang giokku palsu, aku akan berlutut kepadamu dan meminta maaf. Bagaimana?"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel