Bab 102 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Namun, Tuan Quinton sangat berbeda. Karena dia terlahir di keluarga kaya, generasi kedua keluarga kaya yang terkenal. Dia tidak pernah mengalami kekurangan uang sejak dia lahir.

Zachary tidak ingin melawan Tuan Quinton, tetapi dia juga tidak ingin melanggar peraturan jual-beli barang antik, lalu dia kembali menoleh ke Charlie, berharap kalimat itu akan mengubah pikirannya.

Charlie tahu Zachary sedang memohon kepadanya, tetapi dia dengan tenang mengacuhkan permohonan itu dan menjawab dengan dingin, "Tidak."

Zachary tidak berdaya dan hanya duduk di tanah dan mendengus jika nanti Tuan Quinton menendangnya lagi.

"Lihat betapa tidak bergunanya dirimu!"

Tuan Quinton berteriak ke arah Zachary. Setelah itu, dia menatap Charlie sebelum dia berkata dengan arogan, "Kamu membeli batu kerikil ini $300? Aku akan membayarnya $30.000, kalau kamu menyerahkannya kepadaku!"

Orang-orang yang mengelilingi mereka menghela napas dengan keras ketika mendengar kalimat Tuan Quinton, hanya bisa memandangi Charlie dengan ekspresi iri.

Charlie membeli batu kerikil itu hanya $300, dan sekarang, harga batu kerikil itu sudah naik menjadi tiga ratus kali lipat hanya beberapa menit! Ini benar-benar kesepakatan yang menguntungkan untuk Charlie.

Selain itu, siapa pun tahu bahwa pemiliknya jelas-jelas mengambil batu kerikil dari sungai atau sekitar panti, karena di sana ada ribuan batu kerikil seperti itu.

Jacob terlihat sangat gembira ketika mendengar tawaran dari Tuan Quinton. Lagi pula, Charlie akan mendapatkan keuntungan dari penjualan ini, dan itu bisa menggantikan uangnya yang ditipu oleh pemilik kios kemarin.

Namun, Charlie mengangkat kepalanya dan tersenyum ke Tuan Quinton sebelum manjawab, "Seperti apa yang sudah aku katakan kepadamu tadi, aku tidak akan menjual batu kerikil ini. Meskipun kamu membayarku $300.000. Aku tetap tidak akan menjualnya kepadamu."

"Kamu!"

Ekspresi Tuan Quinton berubah menjadi jelek saat amarah terlihat di matanya.

Kerumunan yang mengelilingi mereka menjadi ramai ketika orang-orang saling berbisik, memperdebatkan apakah Charlie menolak menjual batu kerikil itu kepada Tuan Quinton secara terang-terangan karena dia ingin mempermalukan Tuan Quinton.

"Hei, miskin! Apakah kamu ingin melawanku sekarang?" Tuan Quinton bertanya ketika dia menyeringai ke Charlie. "Apakah kamu pikir ada barang di Jalan Antik yang tidak bisa aku beli?"

"Hari ini, jika aku tidak bisa mendapatkan barang yang aku mau, maka tidak seorang pun yang akan mendapatkannya!"

Setelah selesai berbicara, Tuan Quinton menoleh dan memberi aba-aba kepada pengawalnya.

Setelah mereka menerima perintahnya, para pengawal itu segera berlari maju dan mengelilingi Charlie.

Kerumunan orang juga terkejut dengan kejadian yang mereka saksikan.

Jacob juga terkejut.

Keluarga Quinton?

Mereka bahkan lebih berpengaruh dan kaya dibandingkan dengan keluarga White!

Maka tidak heran jika Tuan Quinton mau menghabiskan $9.000 untuk sepasang cangkir celadon palsu. Karena itu hanyalah sejumlah uang yang sedikit baginya, dan itu tidak ada artinya sama sekali untuknya. Dia tidak peduli apakah barang antik itu asli atau tidak, sederhananya dia membeli karena dia mau!

Sementara itu, para pengawal mengelilingi Charlie dengan agresif.

Takut keadaan akan semakin kacau dan tidak terkendali, Jacob menoleh ke Charlie dan memintanya untuk menyerahkan batu kerikil itu ke Tuan Quinton.

"Aku tetap pada pendirianku. Aku tidak akan menjual batu kerikil ini. Tidak peduli dengan apa pun, aku tidak akan menjual batu kerikil ini kepadamu. Apa yang menjadi milikku adalah milikku. Tidak seorang pun di dunia ini yang bisa mengambil milikku, meski dia adalah Tuhan."

"Aku akan membuktikan bahwa aku bisa mengambilnya darimu." Quinton menjawab dengan sombong. "Biar aku katakan sesuatu kepadamu. Aku adalah Tuhan. Kamu bukan siapa-siapa dan membentak orang yang salah. Kamu bosan hidup, ya?"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel