Bab 100 - Si Kharismatik Charlie Wade

 "Bos, aku rasa aku pasti salah membawa botol anggur karena aku terburu-buru ketika keluar rumah hari ini."

"Jadi, kamu salah membawa botol hari ini?" Charlie tersenyum ketika dia mengambil botol anggur yang lainnya yang juga ditutupi dengan lumpur. Dia membersihkan lumpur itu dengan tangannya lalu melihat di bawah sinar matahari. Setelah memeriksanya, Charlie berkata, "Lalu, bagaimana dengan botol ini? Sepertinya botol anggur ini dibuat di Suzhou."

Sudah pasti, ada tulisan kecil yang tertulis di bawah botol itu."

Dibuat oleh Pabrik Kerajinan Suzhou."

"Aku tidak tahu apa yang tertulis di situ karena aku buta huruf," pemilik kios menjawab dengan seringai. Setelah itu, dia menggosokkan kakinya di kertas minyak, seolah-olah dia tidak tertarik untuk melakukan jual-beli dengan mereka.

Jacob marah dan kesal karena dia telah ditipu.

Mencengkeram pemilik kios itu, Jacob berteriak marah.

"Kamu pembohong! Kembalikan uangku!"

"Apa yang kamu katakan?! Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya selama hidupku!" Pemilik kios itu balas berteriak sambil berusaha melepaskan diri. Saat itu, koin tembaga palsu dan juga kuda giok yang dia pajang di tanah terjatuh.

Namun, ketika kuda giok itu terjatuh ke tanah, kuda itu sama sekali tidak pecah! Sepertinya, itu terbuat dari plastik yang mengeras.

"Aku akan menelepon polisi, jika kamu menolak untuk mengembalikan uangku!" Jacob berteriak ketika kemarahannya meledak.

Keduanya terus bersikeras, dan selama pertengkaran mereka, sesuatu jatuh dari lengan pemilik kios itu.

Charlie mengerutkan kening ketika dia melihat barang yang terjatuh itu.

Melihat barang itu, ternyata adalah batu kerikil putih seukuran telapak tangan yang terlihat seperti kerikil yang biasa ditemukan di pinggir pantai maupun sungai.

Namun, perbedaannya hanyalah ada beberapa kata yang dipahat di batu kerikil itu-Damai dan Sejahtera!

Tulisannya sangat kasar, dan pada pandangan pertama, jelas bahwa kata-kata itu dipahat secara manual.

Jenis kerikil yang diukir seperti ini bisa ditemukan di mana saja di kota ini, oleh karena itu, kerikil itu biasanya sama sekali tidak berharga. Tidak heran mengapa pemilik kios itu tidak memajang batu kerikil di antara barang yang lainnya.

Charlie berjalan ke arah kerikil itu dan mengambilnya. Setelah dia memegang kerikil itu, dia dapat merasakan darah di tubuhnya mendidih.

Dia bisa merasakan getaran yang berbeda sama sekali dari benda ini!

Itu bukan sekedar getaran saja, rasanya lebih seperti energi dan medan magnet yang dihasilkan dari kekuatan yang sangat besar, menarik Charlie ke dalamnya.

Charlie tahu ini pasti energi spiritual yang tercatat di dalam buku Apocaliptik, yang terkenal sebagai Reiki.

Reiki adalah energi misterius yang sudah sejak lama hilang. Meskipun energi itu tidak bisa mengubah sepenuhnya fisik seseorang, energi itu bisa mengolah dan menghasilkan banyak efek yang luar biasa di tubuh manusia.

Charlie sangat senang. Dia menimbang batu kerikil di tangannya sebelum bertanya kepada pemilik kios dengan tenang, "Apakah ini milikmu?"

Pemilik kios itu terkejut. Kemudian, dia mengangguk tanpa sadar.

"Berapa kamu menjualnya?"

Jacob juga terkejut, dan kemudian dia bertanya, "Mengapa kamu membeli batu kerikil yang tidak berguna darinya? Apakah kamu tidak tahu semua barang yang dia jual palsu?"

"Lagi pula, itu hanya batu kerikil. Seharusnya tidak masalah aku membeli batu kerikil itu sehingga aku bisa menangkal energi buruk."

Pemilik kios itu segera mengambil kesempatan itu untuk lepas dari Jacob, lalu dia tersenyum ke Charlie. "Apakah kamu sungguh tertarik membeli batu kerikil ini?"

Charlie mengangguk. "Ya, aku tertarik untuk membeli batu kerikil ini."

Pemilik kios itu tiba-tiba menjadi bersemangat ketika dia berbicara dengan lancar. "Saudaraku, kamu memang sangat berwawasan. Meskipun benda ini terlihat seperti batu kerikil biasa, asal-usulnya luar biasa. Batu kerikil ini awalnya digunakan untuk penindih kertas di ruang belajar Raja..."

Charlie menyelanya dengan tidak sabar, karena dia tidak memilik banyak waktu untuk mendengarkan cerita sampah.

"Jangan membuang waktu untuk menjelaskan asal-usulnya kepadaku. Aku hanya ingin tahu berapa harga batu kerikil ini."

Pemilik kios tersenyum ketika menjawab, "Karena kamu memiliki selera yang bagus, aku akan menjualnya... $20.000!"

Charlie menatap ke arah pemilik kios itu dengan jijik sebelum membalas, "Apa kamu sungguh tergila-gila dengan uang? Aku akan memberimu $300 untuk batu kerikil ini. Jika kamu menolak menjualnya kepadaku dengan harga itu, aku akan memanggil polisi untuk menahanmu karena menjual barang palsu!"

"$300?" Pemilik kios itu tersenyum, "Saudaraku, karena kamu adalah orang yang tahu nilai barang antik, aku akan menjualnya $300 kepadamu."

Charlie tersenyum lalu mencubit kerikil yang dia pegang.

Di sisi lain, Jacob begitu bingung karena dia tidak mengerti kenapa Charlie membeli batu kerikil yang tidak berguna. Tepat ketika dia akan bertanya kepada Charlie mengenai itu, terdengar suara dari belakangnya.

"Baiklah, batu kerikil itu terlihat sempurna. Aku ingin membelinya!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel